Penyebab Tumit Pecah-pecah – Kaki yang mengalami pecah-pecah pada tumit adalah masalah yang sering dialami.
Situasi ini muncul ketika kulit yang kering dan tebal di area bawah tumit mulai retak dan mengalami kerusakan.
Dalam banyak situasi, jika keretakan itu kecil, hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak terlihat menarik.
Namun, jika tidak ditangani dan retakan semakin dalam, aktivitas berjalan bisa menjadi menyakitkan dan berpotensi menyebabkan infeksi.
Penyebab Tumit Pecah-pecah & Faktor Risiko

Ada beberapa tahap perkembangan tumit pecah-pecah. Tanda pertama adalah terbentuknya kulit kering dan keras di sekitar tumit, atau yang biasa disebut kapalan.
Saat Anda berjalan dan memberi lebih banyak tekanan pada area tersebut, bantalan lemak di bawah tumit Anda mengembang, menyebabkan kapalan ini mulai membentuk retakan kecil.
Faktor lain yang dapat menyebabkan tumit pecah-pecah meliputi:

– Berdiri terlalu lama, terutama di lantai yang keras
– Alas kaki yang keras dan tidak suportif, seperti sandal, sepatu, dan sandal jepit terbuka
– Berjalan tanpa alas kaki karena tidak memberikan topangan yang cukup bagi kaki Anda
– Obesitas
– Mandi air panas dalam waktu lama
– Kondisi kronis seperti diabetes
Seiring waktu, retakan akan semakin dalam dan mungkin mulai berdarah. Dalam situasi yang lebih serius, keretakan bisa menimbulkan infeksi, dan bagi Anda yang menderita diabetes, tumit yang pecah-pecah berpotensi menyebabkan luka pada kaki akibat diabetes.
Tanda-tanda Tumit yang Pecah-pecah
Selain kulit tumit yang kering dan retak, Anda mungkin akan merasakan gejala-gejala berikut:
– Nyeri dan ketidaknyamanan, terutama saat berdiri
– Gatal di area tersebut
– Pendarahan dari retakan
– Kulit mengelupas
– Rasa hangat, kemerahan, & bengkak mungkin terjadi jika terdapat infeksi
Perawatan Tumit Pecah-pecah
Bagaimana Anda biasanya merawat kulit kering? Anda melembapkannya! Jika kondisi Anda ringan, mulailah dengan melembapkan tumit Anda 2-3 kali sehari untuk membantu meredakan gejala.
Anda dapat menggunakan batu apung sebelum melembapkan untuk mengangkat sel kulit mati yang keras yang dapat menghalangi pelembap meresap secara efektif.
Setelah seminggu menjalani perawatan kaki umum, jika gejala Anda menetap, mungkin sudah waktunya untuk berkonsultasi dengan salah satu ahli podiatri kami.
Ahli podiatri dapat merekomendasikan atau memberikan kombinasi perawatan berikut:
– Debridemen mekanis pada kapalan/fisura tebal menggunakan pisau bedah untuk mengurangi penumpukan kulit.
– Balsem kaki dermal untuk menutrisi dan melembapkan kulit. Produk ini mirip dengan pelembap, tetapi menggunakan urea, bahan tambahan yang secara substansial meningkatkan efektivitasnya.
– Sepatu yang sesuai yang memberikan dukungan untuk bagian tumit.
– Pengikat untuk kaki dan pergelangan sehingga dapat digunakan untuk membalut area di sekitar tumit, dengan tujuan mengurangi gerakan kulit.
Apa risiko yang mungkin terjadi jika Anda tidak memperhatikan tumit yang pecah?
– Terjadinya rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan, yang membuat Anda perlu menjalani perawatan debridemen secara lebih teratur.
– Retakan yang ada dapat semakin dalam, yang akan mengakibatkan rasa nyeri dan perdarahan.
– Anda mungkin bisa mengalami infeksi akibat retakan yang dalam berubah menjadi luka terbuka, yang dikenal sebagai selulitis.
– Bagi penderita diabetes, retakan yang dalam dapat berpotensi memicu munculnya ulkus kaki diabetik.
Cara Mencegah Tumit Pecah-pecah

Ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tumit pecah-pecah.
– Gunakan pelembap yang kental, seperti pelembap berbahan dasar urea tinggi, untuk melembapkan tumit dan kaki Anda (bukan di sela-sela jari kaki) setiap hari agar kulit tetap terhidrasi dan halus.
– Periksa kaki Anda setiap hari untuk mencari tanda-tanda awal munculnya retakan.
– Kenakan alas kaki yang tepat dan suportif jika memungkinkan, yang tidak menyebabkan kulit kering โ hindari sandal jepit, bertelanjang kaki, atau sandal terbuka.
– Kenakan stoking dan kaus kaki berkualitas baik jika memungkinkan.
– Hindari berdiri terlalu lama.
– Minum banyak air agar tetap terhidrasi.
Itulah dia penjelasan mengenai beberapa penyebab tumit pecah-pecah lengkap beserta gejala, cara perawatan dan cara untuk mencegahnya. Semoga membantu! (Fahma Ardiana)
Leave a Comment