Latihan untuk Bayi Membantu Kekuatan dan Perkembangan Motorik

Fahma Ardiana

0 Comment

Link
Artikel kali ini membahas mengenai beberapa latihan untuk bayi yang bisa membantu melatih kekuatan dan juga perkembangan motoriknya.
=

Latihan untuk Bayi – Sama seperti membantu anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, olahraga adalah cara untuk menjaga bayi tetap sehat dan membangun kekuatan mereka.

Bayi membutuhkan olahraga untuk mencapai tonggak perkembangan motorik, seperti kontrol kepala, duduk, merangkak, berdiri, dan akhirnya berjalan.

Olahraga juga membantu menjaga bayi tetap bahagia, mendorong tidur yang lebih nyenyak, dan dapat mengurangi rewel.

Ya, jenis latihan untuk bayi mungkin terlihat sedikit berbeda dari yang Anda harapkan.

Tetapi meskipun menggerakkan kaki maju mundur, bermain tengkurap, dan mengambil benda yang sedikit berat mungkin terdengar sederhana, latihan ini menawarkan banyak manfaat bagi si kecil.

Latihan untuk Bayi Membantu Kekuatan dan Perkembangan Motorik

Apa saja latihan terbaik untuk membantu bayi mencapai tujuan kekuatan dan gerakan di tahun pertama mereka?

Baca terus untuk pilihan terbaik kami, dan bagaimana tepatnya latihan ini membantu kekuatan dan perkembangan motorik bayi.

1. Tummy Time (Waktu Tengkurap)

Waktu tengkurap adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan olahraga kepada bayi Anda.

Latihan ini memperkuat otot leher, bahu, lengan, dan punggung yang dibutuhkan untuk beberapa tonggak perkembangan.

Sperti mengangkat kepala, mendorong tubuh ke atas, meraih, berguling, duduk, dan merangkak.

Dan Anda dapat mulai memberikan latihan tengkurap pada bayi segera setelah mereka pulang dari rumah sakit.

Bagaimana cara memberikan latihan tengkurap pada bayi?

– Pilih waktu ketika bayi benar-benar terjaga dan waspada, dan ketika Anda dapat mengawasi bayi dengan cermat selama mereka berada dalam posisi tengkurap.

– Kemudian, letakkan mereka dalam posisi tengkurap, di permukaan yang lembut dan rata (seperti lantai yang lembut, selimut, handuk, atau matras).

Baca Juga :  Manfaat Tomat untuk Mendapatkan Kulit Paling Sehat

– Libatkan bayi agar mereka ingin mengangkat kepala, melihat sekeliling, dan meraih.

a. Posisikan wajah Anda sejajar dengan mata mereka, lalu ajak mereka berbicara, bernyanyi untuk mereka, atau buat ekspresi wajah lucu.

b. Anda juga bisa membacakan buku untuk mereka, dan memegang gambar buku sejajar dengan mata mereka.

– Buat semuanya lebih menyenangkan dengan mainan.

a. Mulailah dengan menggoyangkan mainan sejajar dengan mata untuk mendorong mereka melihat ke atas.

b. Kemudian, pegang atau letakkan mainan sedikit di luar jangkauan, sehingga bayi perlu mengangkat kepalanya dan meraihnya.

c. Seiring bertambahnya usia bayi, letakkan mainan dalam lingkaran di sekitar bayi, sehingga mereka perlu bergerak dan meraihnya.

d. Tingkatkan jarak antara bayi dan mainan seiring perkembangan keterampilan mereka, untuk membantu mereka menuju merangkak.

Berapa lama sesi tummy time seharusnya berlangsung?

– Mulailah dengan sesi 3 hingga 5 menit, dua atau tiga kali sehari.

– Tambahkan waktu lebih lama seiring bayi terbiasa berada dalam posisi tengkurap.

– Pada usia 3-4 bulan, bayi harus menghabiskan 30 menit hingga satu jam dalam posisi tengkurap per hari (dibagi menjadi beberapa sesi).

– Saat bayi semakin mendekati merangkak, cobalah memberikan sesi tummy time tunggal yang berlangsung setengah jam hingga satu jam.

– Setelah mereka sering merangkak, mereka tidak akan membutuhkan tummy time lagi.

2. Mengayuh Kaki Bayi

Mengayuh kaki bayi bukan hanya teknik untuk meredakan gas. Ini juga merupakan cara untuk membangun kekuatan kaki, pinggul, dan perut bayi.

Latihan ini sederhana:

– Saat bayi berbaring telentang, putar kakinya perlahan, hampir seperti mengayuh sepeda.

– Lakukan 3 hingga 5 putaran, berhenti sejenak, lalu ulangi.

Baca Juga :  Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat

– Sambil melakukan ini, ajak bayi berbicara, berceloteh, atau bernyanyi untuk melibatkan bayi.

– Selama bayi tersenyum, menendang, dan melihat Anda, teruskan.

– Berhenti ketika bayi tampaknya tidak lagi tertarik dengan latihan ini.

3. Sit-up Bayi

Dalam latihan ini, Anda menarik bayi masuk dan keluar dari posisi sit-up, tetapi tubuhnya tetap akan melakukan banyak pekerjaan.

Sit-up memperkuat otot perut bayi. Ini juga membantu membangun otot leher, karena bayi akan ingin menjaga kepalanya sejajar dengan bagian tubuh lainnya.

Anda dapat memulai latihan ini sekitar usia 6 minggu.

Atau, ikuti petunjuk berikut:

– Baringkan bayi telentang, dan hadapkan wajah Anda ke arahnya, dengan kakinya berada di antara kaki Anda.

– Kemudian, pegang pergelangan tangan dan lengan bawahnya dengan lembut.

– Jika bayi belum sepenuhnya mampu mengendalikan kepalanya, letakkan tangan Anda di belakang kepalanya, dan lengan Anda di belakang bahunya.

– Angkat bayi ke posisi duduk, berikan sedikit perlawanan.

– Awalnya, bayi mungkin hanya mampu naik satu atau dua inci, tetapi seiring bertambahnya otot, Anda akhirnya akan dapat mengangkatnya hingga duduk sepenuhnya.

– Kemudian, posisikan kembali tangan Anda sehingga satu tangan tetap berada di pergelangan tangan dan lengan bawah bayi, dan tangan lainnya berada di belakang kepalanya.

– Turunkan bayi, pastikan kepalanya tidak menyentuh tanah.

– Seiring bertambahnya usia bayi, tarik bayi ke posisi duduk, lalu ke posisi berdiri.

4. Mengangkat Beban

Begitu bayi mulai menggenggam benda (sekitar usia 3-4 bulan), Anda dapat menempatkannya di kursi tinggi atau posisi duduk lain yang didukung, dan menyajikan berbagai mainan menarik sebagai “beban” untuk digenggam dan diangkat.

Baca Juga :  Makanan untuk Membantu Bayi Agar Tumbuh Tinggi

Ini membangun koordinasi mata-tangan, membantu memperkuat otot tangan, lengan, dan bahu, serta meningkatkan kemampuan menggenggam dan mengangkat.

Anda mungkin perlu mencontohkan “mengangkat beban” terlebih dahulu – angkat suatu benda, periksa, dan letakkan kembali.

Dan pastikan untuk memberikan banyak pujian kepada bayi ketika mereka mengangkat “beban” sendiri.

Anda juga dapat menambahkan pujian dengan menggunakan mainan yang menyala atau mengeluarkan suara saat diangkat. (Fahma Ardiana)

Share:

Related Post

Leave a Comment